Ponsel Pintar Mempengaruhi Kedekatan Anak dan Orang Tua

admin
3 Min Read

ciptawarta.com – Sebuah studi yang dilakukan oleh vivo bekerja sama dengan CyberMedia Research (CMR) mengungkapkan bahwa 76 persen anak-anak yang orang tuanya mematikan ponsel pintar mereka untuk memiliki koneksi yang lebih dalam dan menghabiskan waktu yang bermakna bersama. Hal ini menyoroti bahwa di India, lebih banyak anak yang khawatir tentang penggunaan telepon pintar yang berlebihan daripada orang tua. Edisi keenam dari studi penelitian Switch Off, berjudul ‘Dampak Ponsel Pintar pada Hubungan Orang Tua-Anak’, telah mengungkap bagaimana penggunaan ponsel pintar yang tidak diatur dapat merusak ikatan keluarga antara anak-anak dan orang tua mereka.

Studi tersebut menemukan bahwa rata-rata, orang tua menghabiskan lebih dari lima jam menggunakan ponsel pintar mereka setiap hari, sementara anak-anak menghabiskan waktu lebih sedikit, yakni sekitar empat jam. Meskipun anak-anak dan orang tua mendambakan hubungan keluarga yang lebih baik, mereka enggan membatasi kebiasaan menggunakan ponsel pintar mereka. Berdasarkan survei yang dilakukan di delapan kota di India, 73 persen orang tua dan 69 persen anak-anak meyakini penggunaan telepon pintar merupakan sumber perselisihan di antara mereka.

Ketika diminta untuk mendesain telepon untuk orang tua mereka, hampir 94 persen anak-anak mengatakan telepon tersebut harus menyertakan fitur-fitur seperti panggilan, kamera, dan pesan, dan tidak termasuk permainan, media sosial, dan aplikasi hiburan, yang merupakan hal-hal yang paling banyak digunakan orang tua mereka. Meskipun kedua kelompok menyadari dampak negatif dari penggunaan ponsel pintar yang berlebihan, anak-anak tampaknya menyadari dampak buruknya.

Kepala Strategi Perusahaan vivo India, Geetaj Channana, mengatakan, “Kami percaya bahwa teknologi harus mendorong hubungan yang bermakna dan memperkaya kehidupan, bukan menghambatnya.” Temuan tahun ini memunculkan pertanyaan penting tentang bagaimana keluarga dapat menciptakan hubungan yang bermakna di dunia yang didominasi oleh layar. Ini adalah pengingat yang kuat untuk berhenti sejenak, memutus hubungan, dan memprioritaskan momen kebersamaan yang sejati.

Psikolog Anak dan Konselor Pengasuhan Anak Riddhi Doshi Patel menekankan, “Kampanye yang mendukung penggunaan teknologi secara sadar tidak hanya membantu tetapi juga transformatif. Dengan merangkul keseimbangan, kita dapat memelihara ikatan emosional yang lebih kuat, menumbuhkan hubungan yang tulus, dan menciptakan rumah tempat hubungan tumbuh subur di luar layar.”

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *